keep spirit

welcome

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industrys standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

DEVELOPING MATHEMATICS CURRICULUM FOR JUNIOR HIGH SCHOOL IN INDONESIA


Oleh : Dr.Marsigit, M.A
Kesimpulan oleh :
Rakhmatika Sri Wardhani/10305144046/www.rakhmatika-wardhani.blogspot.com
Matematika Swadana 2010

Pemerintah Indonesia berusaha untuk mengambil tindakan dengan menerapkan kurikulum baru ‘Kurikulum Berbasis Kompetensi’ untuk pendidikan dasar dan sekunder yang mulai efektif digunakan pada tahun akademik 2004/2005. Kebijakan ini secara logis akan mempengaruhi beberapa aspek berikut : program otonomi pendidikan, pengembangan silabus, peningkatan kompetensi guru, fasilitas belajar, penganggaran pendidikan, pemberdayaan masyarakat, sistem evaluasi, dan jaminan kualitas. Pada setiap sosialisasi kurikulum baru ini selalu ada sebuah program untuk menguraikan latar belakang rasional, filosofis, dan metode untuk mengembangkan silabus. Pada saat ini studi tentang matematika dan ilmu pendidikan di Indonesia mengindikasikan bahwa prestasi anak dalam mata pelajaran matematika dan sains adalah rendah, seperti ditunjukkan hasil ujian nasional sekolah dasar dan menengah dari tahun ke tahun yang masih mengalami ketertinggalan. Penguasaan anak terhadap matematika dan sains masih rendah.
Kegiatan yang berhubungan dengan matematika tidak bisa hanya ditarik keluar dari topik, guru harus hati-hati memilih kegiatan sehingga anak mampu membentuk konsep, mengembangkan keterampilan, mempelajari fakta-fakta dan memperoleh strategi untuk menyelidiki dan memecahkan masalah. Guru harus mampu merespon setiap anak sebagai kebutuhan yang diidentifikasi karena keterampilan anak-anak sangat bervariasi, pengelolaan berbagai layanan dukungan guru juga harus tersedia untuk memaksimalkan efek penerapan kurikulum baru. Ini akan membantu guru untuk bekerja menuju praktek yang baik dan untuk menerapkan kurikulum yang baru.

0 komentar:

Posting Komentar