Oleh : Dr.Marsigit, M.A
Kesimpulan oleh :
Rakhmatika Sri Wardhani/10305144046/www.rakhmatika-wardhani.blogspot.com
Matematika Swadana 2010
Pemerintah Indonesia berusaha untuk mengambil tindakan dengan menerapkan kurikulum baru ‘Kurikulum Berbasis Kompetensi’ untuk pendidikan dasar dan sekunder yang mulai efektif digunakan pada tahun akademik 2004/2005. Kebijakan ini secara logis akan mempengaruhi beberapa aspek berikut : program otonomi pendidikan, pengembangan silabus, peningkatan kompetensi guru, fasilitas belajar, penganggaran pendidikan, pemberdayaan masyarakat, sistem evaluasi, dan jaminan kualitas. Pada setiap sosialisasi kurikulum baru ini selalu ada sebuah program untuk menguraikan latar belakang rasional, filosofis, dan metode untuk mengembangkan silabus. Pada saat ini studi tentang matematika dan ilmu pendidikan di Indonesia mengindikasikan bahwa prestasi anak dalam mata pelajaran matematika dan sains adalah rendah, seperti ditunjukkan hasil ujian nasional sekolah dasar dan menengah dari tahun ke tahun yang masih mengalami ketertinggalan. Penguasaan anak terhadap matematika dan sains masih rendah.
Kegiatan yang berhubungan dengan matematika tidak bisa hanya ditarik keluar dari topik, guru harus hati-hati memilih kegiatan sehingga anak mampu membentuk konsep, mengembangkan keterampilan, mempelajari fakta-fakta dan memperoleh strategi untuk menyelidiki dan memecahkan masalah. Guru harus mampu merespon setiap anak sebagai kebutuhan yang diidentifikasi karena keterampilan anak-anak sangat bervariasi, pengelolaan berbagai layanan dukungan guru juga harus tersedia untuk memaksimalkan efek penerapan kurikulum baru. Ini akan membantu guru untuk bekerja menuju praktek yang baik dan untuk menerapkan kurikulum yang baru.
0 komentar:
Posting Komentar