Nama : Rakhmatika S. W
NIM : 10305144046
Matematika
telah ada sejak ribuan bahkan puluhan ribu tahun SM. Dalam setiap masanya
semakin banyak saja nama-nama matematikawan yang muncul yang berhasil menemukan
cabang ilmu matematika itu sendiri, mulai dari zaman Mesir Kuno, Mesopotamia,
Yunani Kuno hingga saat ini perkembangan ilmu matematika kian lama makin maju
dan modern. Tidak mudah bagi para matematikawan untuk menemukan satu jenis
penemuan, butuh waktu yang raltif lama bagi mereka agar penemuan mereka tidak
hanya sekedar omongan, tapi nutuh pembuktian yang valit agar hasil penemuan
mereka dapat dipertanggung jawabkan dimata dunia. Dengan kecerdasan yang mereka
miliki tentunya akan memudahkan cara pola piker mereka akan matematika. Prof.
Marcus Du Sautoy merupakan seorang matematika professor dari Oxford University
yang melakukan flashback terhadap sejarah perkembangna matematika.
Matematika
telah menjadi pusat kehidupan manusia. Matematika digunakan mulai dari
pengukuran, navigasi, dan hal lain yang digunakan untuk kepentinagn teknologi
pastinya juga menggunakan matematika. Perjalanan matematika dimulai dari budaya
Mesir Kuno, Mesopotamia, dan budaya Yunani Kuno. Perkembangan matematika Timur
yang dinamis mampu mengubah dunia Barat bangkit
dan berkembang hingga muncul istilah matematika modern seperti yang kita
kenal selam ini. Tembok besar Cina merupakan prestasi besar di bidang
amtematika. Tembok Besar Cina yang membentang ribuan mil memerlukan waktu
hamper 2000 tahun dalam pembangunannya. Pembuatannya dimulai pada 220 SM untuk
melindungi kekaisaran Cina saat itu. Dalam pembuatannya, orang Cina Kuno
menyadari betapa pentingnya berbagai teknik perhitungan jarak, sudut elevasi
dan jumlah material yang dibutuhkan. Jadi memang butuh kecerdasan intelektual luar biasa untuk
membangun tembok ini. Cina Kuno telah menggunakan sistem bilangan yang sangat
sederhana untuk melakukan perhitungan. Mereka menggunakan batang bamboo kecil
yang disusun untuk mewakili nomor satu sampai
sembilan. Cara perhitungan Cina Kuno sanagt mirip dengan cara kita
belajar perhitungan disekolah saat ini. Cina Kuno juga telah menggunakan sistem
nilai decimal, mereka telah menggunkannya 1000 tahun sebelum kita mengadopsinya
dari Barat. Namun sayangnya, Cina Kuno belum mengenal angka nol, mereka akan
hanya menggunakan ruang kosong sebagai pengganti angka nol. Sejak zaman dahulu
hingga sekarang, orang Cine percaya bahwa adanya kekuatan mistik dalam setiap
angka. Jumlah empat harus selalu dihindari sedangkan nagka delapan membawa
keberuntungan. Cina Kuno juga tertarik dengan pola-pola dalam jumlah bilangan
sehingga muncul istilah persegia ajaib atau yang kita kenal saat ini sudoku.
Matematika memegang peranan penting dalam menjalankan pengadilan kaisar. Segala
sesuatu dalam hidup kaisar diatur oleh kalender, sedangkan kalender itu sendiri
ada berdasarkan perhitungan astronomis para matematikawan istana. Matematikawan
istana juga telah menyadari adanya deret perhitungan saat itu. Untuk
menyelesaikan permasalahan seperti perdagangan, pembayaran upah dan pajak
diperlukan suatu persamaan yang dapat membantu perhitungan penyelesaian
persamaan. Carl Friedrich Gauss berhasil menemukan kembali metode perhitungan
untuk mencari persamaan seperti yang telah dilakukan oran Cina Kuno. Seorang kaisar
Cina yang bernama Qin Jiushao
menggunakan semua yang diketahuinya untuk meghasilkan persamaan kubik. Cina
merupakan negara yang memiliki banyak tradisi matematika yang mapu mengubah
wajah matematika untuk selamanya.
India
juga merupakan negara yang mempunyai pengaruh terhadap perkembangan matematika
melalui sistem penomoran. India telah menemukan Sembilan digit angka yang
digunakan hingga saat ini. Penemuan angka nol di India, pertama kalidi dinding
candi kecil di benteng dari Gwalior India Tengah. Angka nol, sebelmnya belum
pernah muncul di zaman, Mesir, Yunani Kuno, Mesopotamia,dll. Namun melaui
penemuan bersejarah ini menjadi bukti bahwa angka nol muncul pertama kalinya di
India. Ide dan simbol bahwa orang India menggunakan untuk nol
berasal dari perhitungan yang mereka lakukan batu di pasir. Ketika batu-batu
itu dikeluarkan dari perhitungan, lubang kecil bundar yang tersisa di
tempatnya, mewakili gerakan dari sesuatu untuk apa-apa. Tapi mungkin ada juga
alasan budaya untuk penemuan nol. Brahmagupta matematikawan brilian India membuktikan
beberapa sifat penting dari nol. Brahmagupta aturan tentang perhitungan dengan
nol diajarkan di sekolah-sekolah di seluruh dunia sampai hari ini. Satu
ditambah nol sama dengan satu. Minus satu nol sama dengan satu. Suatu kali nol
sama dengan nol. Tetapi Brahmagupta mengalami
kesulitan ketika ia mencoba membagi satu terhadap nol. Seorang matematikawan
abad ke-12 India, yaitu Bhaskara II melakukan pengujian pembagian terhadap
beberapa bilangan menggunakan buah. Ia mendapatkan potongan lebih dan lebih,
sehingga pada akhirnya ketika ia membagidengan nol maka hasilnya tak terhingga.
Jadi untuk Bhaskara, salah satu angka bila dibagi dengan nol maka hasilnya
adalah tak hingga. Saat seseorang mempunyai hutang berarti saat itu orang
tersebut tidak mempunyai apa-apa, Brahmagupta menyebut hal ini negatif sehingga
bisa dikatakan bahwa penemu bilangan negatif adalah Brahmagupta. Brahmagupta
berfikir lebih jauh tentang pemecahan persamaan kuadrat dengan dua variable. Matematikwan
India bertanggung jawab membuat penemuan baru yang mendasar dalam teori
trigonometri. Dalam trigonometri, kita dapat menggunakan segitiga siku-siku
untuk untuk menemukan rasio dari sisi berlawanan dengan sisi terpanjang. Para astronom India bisa menggunakan
trigonometri untuk bekerja di luar jarak relatif antara bumi dan bulan dan Bumi
dan Matahari. Kita hanya data membuat perhitungan saat bulan setengah penuh,
karena ketika itutepat diseberang matahari, sehingga matahari, bulan, dan bumi
membuat segitiga siku-siku. Pi adalah rasio keliling lingkaran tehadap
diameternya. Selam berabad-abad matematikawan mencari nilai yang tepat untuk
pi. dan matematikawan bernama Aryabhata
memberikan perkiraan yang sangat akurat untuk pi, yaitu 3,1416. Kemudian dia
melanjutkannya untuk mengukur keliling bumi, dan ia mendapatkannya 24,835 mil,
yang luar biasa hanya 70 mil jauhnya dari nilai sebenarnya.
Pada
abad ke-7, sebuah kerajaan baru mulai menyebar ke seluruh Timur Tengah. Ajaran
nabi Muhammad mengilhami kerajaan islam yang luas dan kuat yang segera
membentang dari India di timur sampai Maroko Barat. Sebuah perpustakaan besar dan pusat belajar didirikan di
Baghdad. Disebut Rumah Kebijaksanaan, ajarannya menyebar ke seluruh kerajaan
Islam. Pemimpin Gedung Kebijaksanaan di
Baghdad adalah seorang sarjana Persia disebut Muhammad Al-Khwarizmi adalah
seorang matematikawan yang luar biasa yang bertanggung jawab untuk
memperkenalkan dua konsep matematika
kunci ke Barat. Al-Khwarizmi telah berhasil menciptakan bahasa baru dalam
matematika yang kita kenal dengan aljabar, temuannya ini ditulis dalam bukunya
yang berjudul Al-jabr W’al-Muqabala. Terobosan
besar al-Khwarizmi datang ketika ia diterapkan aljabar untuk persamaan kuadrat.
Matematikawan selanjutnyayaitu Omar Khayyam, menemukan metode umum yang dapat
memecahkan semua persamaan kubik.
Selama
berabad-abad dimana Cina, India dan kerajaan islam telah berkuasa, eropa jatuh
dibawah bayangan zaman kegelapan. Semua kehidupan intelektual, termasuk
matematika telah mengalami stagnansi. Tetapi pada abd ke-13, hal ini mulai
berubah. Dibawah pimpinan Italia, Eropa mulai megeksploitasi perdagangan dengan
wilayah Timur. Dengan terbukanya hubungan inilah maka terjadi perpindahan
perkembangna matematika. Leonardo of Pisa atau lebih dikenal Fibonacci
mempromosikan sistem nomor baru, sistem penomoran Eropa yang dirasa lebih mudah
dan sederhana. Namun sistem penomoran ini akhirnya masih terkalahkan dengan
sistem penomoran Hindu-Arab. Fibonacci juga menemukan deret Fibonacci, yang
muncul ketika ia mencoba untuk memecahkan teka-teki tentang kebiasaan kawin
kelinci. Terobosan besar Eropa
berikutnya dalam matematika tidak terjadi sampai awal abd 16, hingga
ditemukannya metode umum memecahkan semua persamaan kubik, dan ini terjadi di
kota Bologna Italia. Universitas Bologna
merupakan wadah pemikiran matematika Eropa pada awal abad ke-16. Murid dari
seluruh Eropa berkumpul di sini dan mengembangkan bentuk baru dari kompetisi
matematika. Tartaglia merupakan ilmuwan Italia
yang berhasil menyelesaikan satu jenis persamaan kubik, tapi dia tahu bahwa
bukan dia satu-satunya orang yang bisa memecahkan persoalan ini. Fior seorang
pemuda Italia menyebut dirinya juga memegang formula rahasia memecahkan
persamaan kubik. Saat berita tentang penemuan yang dibuat oleh ahli matematika
ini, maka pertandingan intelektual pun terjadi. Masalah muncul karena Tartaglia
hanya mampu menyelesaikan satu jenis persaman kubik saja , dan Fior siap
menantangnya. Namun, dalam beberapa hari sebelum kontes, Tartaglia telah
berhasil menemukan cara memecahkan semua jenis persamaan kubik. Cordano,
seorang matematikawan di Milan membujuk Tartaglia agara mau mengungkapakn
rahasia penemuannya, namun Tartaglia enggan mengungkapkan rahasianya, tetapi
dengan syarat Cordano akan menyimpan rahasia dan tidak mempublikasikannya.
Namun, dengan terpaksa Cordano menyalahi janjinya ketika ia bertemu dengan
murid briliannya yaitu Ferrari. Cordano membahas semua semua rahasia
penyelesaian persamaan kubik pada Ferrari. Bersama Ferrari Cordano telah
memecahkan persamaan quartic. Tartaglia
tidak pernah sembuh dari penyakitnya dan meninggal tanpa uang sepeser pun, dan sampai hari
ini, rumus yang memecahkan persamaan kubik
itu dikenal sebagai rumus Cardano. Tartaglia mungkin tidak
memenangkan kemuliaan dalam hidupnya, tetapi matematikanya berhasil memecahkan masalah yang membingungkan para ahli matematika besar Cina, India dan dunia Arab.
Itu adalah terobosan besar matematika pertama terjadi di Eropa modern.
Orang-orang Eropa sekarang memiliki bahasa baru dari aljabar, teknik yang kuat
dari Hindu angka Arab dan
awal dari penguasaan yang tak terbatas. Sudah waktunya bagi dunia Barat untuk
mulai menulis cerita sendiri matematika dalam bahasa Timur. Untuk
memulai revolusi matematika.