keep spirit

welcome

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industrys standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

SEJARAHKU BERSAMA MATEMATIKA



Nama :Rakhmatika Sri Wardhani
NIM    : 10305144046


Matematika.Ya..kataituseolah-olah telah menjadi momok besarbagisebagian besarpelajar di seluruh penjuru dunia termasuk saya sendiri. Kita harus menghafalkan begitu banyak rumus-rumus dan teorema-teorema yang   seolah membuat kepala bisa bergoyang-goyang sendiri, membuat otak kanan pindah ke kiri,membuat otak kiri meluncur ke kanan,membua totak kecil menjadi otak besar,membuat otak besar merosot keukuran kecil,membuat kepalamenjadi kaki dan kaki menjadikepala.Hal ini terjadi tentunya karena sebagian besar orang di dunia ini menganggap matematika itu sangat sulit untuk dipelajari dan orang-orang yang mempelajari ilmu semacam ini Nampak seperti orang yang gila saja karena suatu hal yang didunia nyata itu tidak ada seolah-olah dianggap ada di dalam dunia matematika. Sungguh hal yang aneh.
Sejatinya, matematika merupakan induk dari semua ilmu yang ada didunia ini. Seperti akuntansi, statistik, manajemen, fisika, elektro, dll, itu menggunakan prinsip-prinsip dasar matematika. Hanya saja disana matematika dikembangkan lebih luasl agi. Sepatutnya orang-orang yang berkesempatan mendalami matematika merasa bangga karena telah diberi kesempatan mendalami ilmuini. Dalam kehidupan kita sehari-hari kita tidak pernah lepas dari matematika baik yang kita sadari ataupun tidak.

Ketika kita memandang konsep kehidupan kita secara matematis, hidup kita diibaratkan seperti suatu fungsi (y) yang terdiferensialkan menjadi y’, dalam diferensialkan muncul ‘C’ sebagai konstanta kita yang muncul akibat perilaku kita selama ini ketika hidup di dunia. C akan bernilai positif ketika kita banyak berbuat baik. Tapi sebaliknya, kita akan memperoleh nilai C yang negative bila perilaku kita cenderung buruk.  Semakin menarik saja matematika ini.

Matematika itu layaknya seperti orang yang jatuh cinta, jika sekali saja tak melihat si dia pasti rasa rindu itu akan muncul. Sama seperti belajar matematika, ketika kita sudah terpikat akan pesona matematika kita akan selalu merasa kecanduan untuk selalu mempelajarinya. Semakin lama saya mengenal matematika, rasa suka terhadap matematika makin lama makin bertambah.
Kawan, matematika itunyata. Matematika itu ada dan hidup dalam dirikita. Sepatutnya kita bersyukur kepada Allah SWT dan berterimakasih pada para saintis yang telah melakukan berbagai cara untuk menemukan berjuta-juta teorema yang kita kenal selama ini. Tanpa mereka mungkin perdaban kita tidak akan semajuini. Dari teorema-teorema dan rumus-rumus yang telah mereka buat, sekarang kehidupan kita menjadi lebih baik dan maju. Perkembangan ilmu matematika kian hari kian maju, saya berharap akan lahir saintis-saintis muda berbakat dari kelas matematika swadana 2010. Amin.




0 komentar:

Posting Komentar